Kambar Dunia

Wednesday, 24 April 2019


Rabu, 24 April 2019 | 23:30 WIB

Juventus Tersingkir dari Liga Champions, Eks Pelatih Jelaskan Alasannya


BOLASPORT.COM - Marcelo Lippi mengungkapkan alasanJuventus bisa tersingkir lebih awal dari Liga Champions musim 2018-2019.
Mimpi Juventus untuk menjuarai Liga Champions musim ini terpaksa harus kandas.
Pasalnya, tim berjuluk Si Nyonya Tua tersebut disingkirkan oleh wakil Belanda, Ajax Amsterdam, pada babak perempat final.
Ditahan imbang 1-1 di laga leg pertama yang dihelat di Johan Cruyff Arena, Juventus harus menyerah dengan skor 1-2 dalam laga leg kedua yang digelar di Stadion Allianz (16/4/2019).
Dilansir BolaSport.com dari Calciomercato, eks pelatih timnas Italia, Marcelo Lippi, mengungkap alasan mengapa Juventus tak bisa melaju lebih jauh di Liga Champions musim ini.
Pelatih yang sempat menangani Juventus dan Inter Milan tersebut mengungkapkan bahwa Juventus kehilangan pemain yang sama pentingnya dengan Cristiano Ronaldo.
Pemain tersebut adalah Giorgio Chiellini, kapten sekaligus bek tengah andalan Juventus dalam beberapa musim terakhir.

"Di Liga Champions, Anda juga harus cukup beruntung untuk diperkuat semua pemain terbaik di sebuah pertandingan," ucap Lippi.
"Inilah yang tak dimliki Juventus saat itu. Contohnya Giorgio Chiellini. Chiellini hampir sama pentingnya seperti Cristiano Ronaldo untuk tim," ujar Lippi menambahkan.

BY BEN

Mahfud Md Minta Revisi UU Pemilu Diprioritaskan

Rabu 24 April 2019, 22:42 WIB

Mahfud Md Minta Revisi UU Pemilu Diprioritaskan

Zunita Putri - detikNews

Jakarta -
Eks Ketua MK Mahfud Md punya harapan kepada Presiden Indonesia yang nantinya terpilih secara resmi lewat hasil KPU. Mahfud meminta siapa pun presiden yang terpilih agar segera merevisi Undang-Undang Pemilu.
Mahfud Md menemui Ketua KPU. (Grandyos Zafna/detikcom)

"Pemerintah nanti terbentuk siapa pun presidennya, apakah itu Pak Prabowo atau Pak Jokowi, itu pada bulan Oktober membuat Prolegnas (Program Legislasi Nasional). Saya minta, tahun pertama kami akan minta agar segera mengevaluasi dan merevisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, karena banyak hal yang harus ditinjau," ujar Mahfud di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).
Menurut Mahfud, UU Pemilu saat ini masih memiliki banyak kelemahan. Dia mencontohkan kejadian petugas KPPS yang sakit hingga meninggal dunia saat bertugas.
"Oleh karena itu, harus ditinjau lagi yang dimaksud pemilu serentak itu apa sih? Apakah harus harinya sama? Atau petugas lapangan harus sama, sehingga tidak bisa berbagi beban? Atau bagaimana? Itu kita evaluasi lagi. Ataukah harinya bisa dipisah, atau panitia di tingkat lokal, panitianya bisa dipisah, tetapi dengan kontrol yang ketat," jelasnya.
Mahfud juga meminta presiden terpilih nanti segera mengatur sistem pemilu. Sebab, Mahfud menilai sistem itu tidak sehat bagi demokrasi.
"Kedua, tentang sistem pemilu. Sistem pemilu itu apakah mau proporsional terbuka atau tertutup, gitu, karena ini menjadi masalah, menjadi yang sekarang ini, di mana sistem mencoblos nama dan partai itu jual-beli suara di internal partai banyak terjadi. Itu dilakukan di antara mereka sendiri saling jual-beli begitu, dan itu tidak sehat bagi demokrasi kita," pungkasnya.
BY: BEN

Tuesday, 23 April 2019

Derbi Manchester - Debut Milner Dukung Man United yang Sebenarnya Buang-buang Waktu


Derbi Manchester - Debut Milner Dukung Man United yang Sebenarnya Buang-buang Waktu

Pemain Liverpool, James Milner, saat bermain kontra Manchester United di Stadion Old Trafford, Minggu (24/2)By Ahmad Tsalis - Selasa, 23 April 2019 | 22:30 WIB

BOLASPORT.COM - Ada suatu pengecualian dari James Milner saat mendukung Manchester United untuk mengalahkan Manchester City dalam Derbi Manchester.
James Milner tak pernah melupakan kenangannya mengenakan seragam Manchester City.
Sebelum hijrah ke Liverpool pada 2005, James Milnermemperkuat Manchester City selama lima musim antara 2010-2015.
Namun, situasi perebutan gelar juara Liga Inggris musim 2018-2019 seakan membelokkan rasa cinta James Milner terhadap mantan klubnya itu.
Sebab, Milner kini mengaku terang-terangan bakal mendukung rival sekota Manchester City, yaitu Manchester United, saat kedua tim bentrok dalam Derbi Manchester, Rabu (24/3/2019).
"Saya akan mendukung Man United untuk kali pertama dalam hidup saya," ucap Milner, seperti dilansir BolaSport.com dari laman Sky Sports.
Kendati menjadi fan dadakan Tim Setan Merah, Milner mengaku tidak akan menyaksikan pertandingan derbi Manchester tersebut.
"Namun, saya tak akan menyaksikannya. Karena buang-buang waktu dan tenaga saja ketika mengharapkan tim lain menang," ucap Milner.
"Saya tak bisa berbuat apa pun. Saya mungkin akan mengecek hasilnya dengan telepon genggam beberapa jam kemudian.
"Saya tak tahu apa yang harus dilakukan. Mungkin saya akan keluar untuk pergi makan," tutur pria 33 tahun ini lagi.
Hasil laga Man United kontra Man City memang secara tidak langsung memang memiliki dampak pada posisi Liverpool di urutan teratas.
Jika Setan Merah dapat menahan The Citizens untuk tidak menang, selisih dua angka Liverpool dengan Man City akan tetap terjaga.
Saat ini The Reds sudah mengumpulkan 88 poin dan bertengger di puncak. Sedangkan The Citizens punya 86 poin dan menguntit dari tempat kedua.

Editor:Ardhianto Wahyu Indraputra
Sumber:skysports.com


Selasa 23 April 2019, 17:39 WIB

BPN Bilang Gatot Nurmantyo Temui Prabowo Bahas Strategi Pasca-Pemilu

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews



Jakarta - Mantan Panglima Gatot Nurmantyo menemui capres Prabowo Subianto kemarin. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebut kedatangan Gatot untuk membahas perkembangan pencoblosan. 
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Rachman Haryanto/detikcom)


"Biasa perkembangan pencoblosan beberapa hari yang lalu," ujar koordinator jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/4/2019). 
Dahnil mengatakan, dalam pertemuan itu, Prabowo dan Gatot juga membicarakan langkah strategis yang akan dilakukan pasca-pemungutan suara. Gatot, kata dia, juga memberikan banyak saran dan masukan kepada Prabowo
"Iya banyak hal yang dibicarakan apa langkah strategis yang perlu dilakukan oleh Pak Prabowo terkait dengan ada fenomena atau fakta TSMB. Bagi kami, kecurangan hari ini TSMB, terstruktur, sistematik, masif, dan brutal. Jadi ini brutal sekali dan kita tentu sedang fokus di situ," tuturnya. 

"Ya saya pikir banyak saran yang diberikan Pak Gatot, Pak Dahlan apa yang harus dilakukan dan itu kita dengarkan," imbuh Dahnil. 

Di sisi lain, Dahnil mengatakan sejumlah pihak sebelumnya juga telah menyarankan sejumlah langkah. Salah satunya saran untuk membentuk tim pencari fakta kecurangan. 

"Salah satu kan yang sedang disarankan itu membentuk TPF yang sudah disampaikan Haris, temen-temen masyarakat sipil, perlunya dibentuk tim pencari fakta kecurangan. Karena menurut temen-temen Haris Azar dan kawan-kawan juga ini TSMB--terstruktur, sistematik, masif, dan brutal," ujarnya.
Dahnil mengatakan pemilu tahun ini merupakan yang paling buruk sepanjang reformasi. Pelaksanaan Pemilu 2019 dievaluasi.

"Dan ini adalah pemilu paling buruk kecurangannya masif tadi sepanjang reformasi. Dan ini harus menjadi evaluasi massal," tuturnya. 

"Yang jelas ini akan mengurangi legitimasi, baik yang menang kami atau di sana yang menang yang jelas kami ingin memastikan kualitas demokrasi kita meninggi," sambungnya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Gatot menyambangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Senin (22/4) sore. Namun tak ada sepatah kata pun terucap dari Gatot seusai pertemuan tertutup tersebut.
by :benny syah putra

Rabu, 24 April 2019 | 23:30 WIB Juventus Tersingkir dari Liga Champions, Eks Pelatih Jelaskan Alasannya By  Henrikus Ezra Rahardi   ...